Pemanfaatan Teknologi Digital di SD-IT Qardhan Hasana Banjarbaru
Pemanfaatan Teknologi Digital di SD-IT Qardhan Hasana Banjarbaru

By Administrator 20 Okt 2026, 05:24:02 WIB Artikel
Pemanfaatan Teknologi Digital  di SD-IT Qardhan Hasana Banjarbaru

Gambar : Suasan Pembelajaran Dengan Menggunakan PID


Digitalisasi pembelajaran merupakan proses integrasi teknologi digital ke dalam kegiatan belajar mengajar untuk memperluas akses terhadap informasi, menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, serta memperkuat kemampuan literasi, numerasi, dan sains murid. Penerapan digitalisasi pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif, menarik, serta sesuai dengan perkembangan zaman.

Landasan hukum digitalisasi pembelajaran di Indonesia antara lain adalah Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Pembangunan dan Pengelolaan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda, serta Digitalisasi Pembelajaran secara Masif. Selain itu, terdapat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2025 tentang perubahan kedua atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 mengenai Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Peraturan tersebut menjadi salah satu dasar dalam mendukung pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk fasilitas teknologi pembelajaran. Kedua regulasi ini mendukung upaya percepatan digitalisasi pembelajaran di Indonesia untuk meningkatkan pemerataan mutu pendidikan dan mengurangi kesenjangan akses pendidikan antardaerah. Salah satu bentuk implementasinya adalah penyediaan fasilitas teknologi modern, seperti Papan Interaktif Digital (PID), di berbagai jenjang pendidikan.

Digitalisasi pembelajaran tidak sekadar berkaitan dengan penyediaan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup pembangunan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi. Ekosistem tersebut meliputi teknologi, lingkungan belajar, dan proses pembelajaran yang saling mendukung untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, kreatif, interaktif, dan kolaboratif. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat menjadikan pembelajaran lebih relevan dengan kebutuhan murid serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bagi murid, digitalisasi pembelajaran memberikan berbagai manfaat. Pertama, meningkatkan motivasi belajar. Penyajian materi melalui video, animasi, audio, gambar interaktif, dan permainan edukatif dapat membuat pembelajaran lebih menarik, sehingga mengurangi kejenuhan dan mendorong keterlibatan aktif murid dalam proses belajar.

Kedua, memberikan fleksibilitas waktu dan tempat belajar. Melalui pemanfaatan teknologi digital, murid dapat mengakses berbagai sumber belajar dan mengikuti kegiatan pembelajaran secara daring kapan saja dan di mana saja, selama tersedia perangkat dan akses internet yang memadai. Hal ini memberikan kesempatan bagi murid untuk belajar secara lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Ketiga, membantu murid memahami materi secara lebih konkret. Penggunaan media pembelajaran digital, seperti Papan Interaktif Digital (PID), dapat membantu menjelaskan konsep-konsep abstrak melalui visualisasi, simulasi, dan demonstrasi interaktif. Dengan demikian, murid dapat memahami materi dengan lebih mudah dan mendalam, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara lebih efektif.

Keempat, memperkuat kemandirian belajar. Teknologi digital memungkinkan murid untuk mempelajari kembali materi, mengeksplorasi berbagai sumber informasi, serta menyesuaikan kecepatan belajar dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing. Hal ini dapat mendorong tumbuhnya tanggung jawab, inisiatif, dan kemandirian murid dalam proses pembelajaran sehingga kegiatan belajar menjadi lebih efektif dan bermakna.

            Pemanfaatan digitalisasi pembelajaran di SD-IT Qardhan Hasana Banjarbaru merupakan salah satu upaya untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih menarik, interaktif, kreatif, dan bermakna bagi murid. Salah satu bentuk penerapannya adalah penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai media pembelajaran yang memungkinkan guru menyajikan materi melalui gambar, video, animasi, dan simulasi interaktif. Sebagai contoh, dalam pembelajaran sains, guru dapat menampilkan animasi sistem pencernaan manusia atau siklus air, kemudian memberikan kesempatan kepada murid untuk berinteraksi langsung dengan layar dengan memilih bagian tertentu dan mengamati penjelasan yang ditampilkan. Selain itu, guru dapat memanfaatkan platform pembelajaran berbasis permainan, seperti Quizizz atau Kahoot!, untuk melaksanakan kuis interaktif sebagai evaluasi pembelajaran yang menyenangkan dan meningkatkan motivasi murid. Fitur layar sentuh dan multi-touch pada PID juga mendukung kegiatan kolaborasi, seperti menulis, menggambar, menyelesaikan soal, dan berdiskusi bersama, sehingga murid dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Melalui visualisasi materi yang lebih konkret serta kegiatan belajar yang interaktif dan kolaboratif, digitalisasi pembelajaran diharapkan dapat membantu murid memahami materi dengan lebih mudah, meningkatkan rasa ingin tahu, mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis, serta memperkuat kemandirian belajar. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi digital yang didukung oleh kreativitas guru dan metode pembelajaran yang tepat dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SD-IT Qardhan Hasana Banjarbaru.

Pada akhirnya, digitalisasi pembelajaran merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan perangkat teknologi, tetapi juga oleh kesiapan guru, kemampuan murid dalam memanfaatkan teknologi, ketersediaan infrastruktur, serta penerapan metode pembelajaran yang tepat. Oleh karena itu, digitalisasi pembelajaran perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar dapat menciptakan proses pendidikan yang lebih merata, berkualitas, dan mampu mempersiapkan murid menghadapi tantangan masa depan. (M/10/03)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment