Potret Pelaksanaan Asesmen Tengah Semester (ATS) di SMP IT Qardhan Hasana
Menautkan Nilai Spiritual dan Kesungguhan Akademis
.png)
Gambar : Suasana ATS sedang berlangsung dengan tenang dan tertib
Asesmen bukan sekadar ruang evaluasi angka, melainkan cermin dari proses belajar dan pembentukan karakter secara utuh. Semangat inilah yang melandasi pelaksanaan Asesmen Tengah Semester (ATS) di SMP IT Qardhan Hasana yang berlangsung sejak 28 September hingga 6 Oktober 2026.
Selama seminggu lebih, lingkungan sekolah dipenuhi oleh ritme kegiatan yang memadukan ketenangan spiritual dengan kedisiplinan akademis sebuah wujud nyata dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan bernuansa Islami yang holistik.
Sinergi Panitia dan Tata Kelola yang Terarah
Di bawah kepemimpinan Ustadzah Yulia Erik Mulyaning Wuri, M.Pd selaku Kepala SMP IT Qarhan Hasana dan Ustadzah Siti Zakiroh, S.Pd selaku Ketua Panitia ATS, rangkaian agenda asesmen ini dirancang secara sistematis. Pendekatan yang diusung tidak hanya menekankan pada ketertiban administrasi dan kelengkapan instrumen soal, tetapi juga memperhatikan kenyamanan psikologis serta kesiapan mental murid.
"Kami ingin memastikan bahwa ATS bukan menjadi momen yang menakutkan bagi murid, melainkan sarana unjuk kemampuan yang bermakna, penuh kejujuran, dan terarah," ungkap Ustadzah Siti Zakiroh, S.Pd di sela-sela kesibukan mengatur jalannya kegiatan ATS.
Menjangkarkan Hati Sebelum Menguji Pikiran
Di SMP IT Qardhan Hasana, ikhtiar belajar tidak pernah dilepaskan dari landasan keimanan. Sebelum lembar soal dibuka dan pena digoreskan, seluruh murid mengawali pagi dengan merapikan niat melalui penataan spiritual:
- Shalat Dhuha Berjamaah: Membuka hari dengan memohon kelapangan dada dan keberkahan ilmu.
- Tadarus Al-Qur'an: Melantunkan ayat-ayat suci untuk menghadirkan ketenangan jiwa (sakinah) di dalam kelas.
- Doa Bersama Sebelum Ujian: Memohon kemudahan dan ketelitian dari Sang Maha Pemilik Ilmu.
Ritme pembiasaan ini berlanjut hingga siang dan sore hari. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Yayasan Qardhan Hasana, yang mana pendiri Yayasan (Alm) Ir. H Ahmad Gazali menekankan pada pembentukan kader pemimpin islami yang berakhlak mulia, berkeahlian dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan iman dan taqwa. Pada misinya ada tiga kecerdasan yang diperlukan untuk menguatkan visi tersebut yaitu: Mencerahkan Qalbu (SQ), meningkatkan himmah/mengendalikan emosi (EQ), dan mencerdaskan akal (IQ). Para murid tetap melaksanakannya secara konsisten melalui shalat Dzuhur dan Ashar berjamaah. Selain itu murid juga terbiasa membaca dzikir pagi dan petang untuk meminta penjagaan kepada Allah pemilik alam semesta. Dengan pendekatan ini, proses asesmen menjadi sarana untuk mengasah ketangguhan mental sekaligus memperkokoh ketakwaan.
Inovasi Pasca-Ujian: Membedah Kisi-Kisi, Mengukir Kesiapan
Salah satu keunikan sekaligus keunggulan pelaksanaan ATS tahun ini terletak pada skema kegiatan murid seusai jam ujian. Setelah menyelesaikan lembar soal hari itu, para murid tidak langsung pulang ke rumah.
Mereka tetap berada di lingkungan sekolah untuk mengikuti sesi pembahasan kisi-kisi dan materi persiapan ujian esok hari bersama guru pengampu mata pelajaran.
Metode ini memberikan beberapa dampak positif secara pedagogis:
- Mengarahkan Fokus Belajar: Murid mendapatkan panduan mandiri yang jelas mengenai cakupan materi yang perlu dipelajari di rumah.
- Reduksi Kecemasan (Exam Anxiety): Diskusi interaktif bersama guru membantu mengurai bagian-bagian materi yang belum sepenuhnya dipahami.
Mendidik Manusia Utuh
Sebagai lembaga pendidikan Islam terpadu, SMP IT Qardhan Hasana meyakini bahwa kecerdasan intelektual (intellectual quotient) harus berbanding lurus dengan kematangan spiritual (spiritual quotient) serta emotional quotien (EQ). Melalui kombinasi antara persiapan materi yang matang dan penguatan benteng doa, murid diajak untuk memahami arti penting sebuah proses.
Semoga seluruh rangkaian pelaksanaan ATS hingga 6 Oktober 2026 ini memberikan hasil terbaik, serta membawa keberkahan bagi seluruh murid, guru, dan orang tua. Mari terus kita dampingi putra-putri kita untuk tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan bertawakal. (TK/02)
